Mending Mana, Barang Branded Investasi Atau Gengsi

Barang Branded, Investasi atau Gengsi?

Salah satu tantangan manusia adalah menahan nafsunya, termasuk nafsu belanja. Sering kali kita terjebak pada perilaku dan budaya menyesatkan bernama konsumtif. Kita begitu bersemangat untuk membeli beberapa jenis barang, bahagia mendapatkannya, namun kecewa dan sedih setelahnya. Hal ini karena kita membeli barang yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan. Kita membeli barang tersebut hanya karena kita ingin, karena barangnya lucu, atau karena barangnya branded. Namun situasi ini juga mampu dimanfaatkan dengan benar oleh para produsen dan penjual barang-barang konsumtif.

Status sosial menjadi hal yang penting bagi sebagian orang, bahkan dianggap terlalu penting hingga tidak lagi masuk logika. Diakui oleh masyarakat atau komunitas tertentu seolah menjadi pencapaian luar biasa yang harus diraih. Status sosial ini salah satunya bisa ditunjukkan dengan penampilan, dengan baju yang kita pakai, sepatu, tas, perhiasan, dan lain-lain yang kita kenakan. Maka tidak heran, tidak sedikit orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk barang-barang branded ini.

Membeli barang-barang branded adalah sebuah manifestasi gengsi, agar bisa terlihat wah. Sebagian orang beranggapan dengan ini mereka bisa lebih diterima di kalangan masyarakat kelas atas. Memang tidak aneh lagi, sebagian orang terobsesi menjadi orang kaya atau memiliki teman-teman orang kaya untuk memudahkan hidup mereka. Apakah kebiasaan ini bisa menjadi investasi jangka panjang? Uang yang digunakan untuk membeli barang branded yang tentunya harganya tidak murah, akan lebih baik jika diinvestasikan untuk masa depan. Buat apa muda foya-foya jika tua tidak punya apa-apa, karena kita tidak bisa menjamin usaha yang kita lakukan akan stabil dan menghasilkan terus di masa-masa mendatang. Membeli barang-barang branded hanya akan menghabiskan uang. Jika uang tersebut diinvestasikan dalam bentuk reksadana, tabungan, emas, saham, atau digunakan untuk membangun start-up bisnis, tentu akan lebih menghasilkan di masa depan.

Barang-barang branded itu ada batas usianya, bisa jadi saat ini merek tersebut sedang naik daun, namun mungkin saja beberapa tahun lagi barang yang kamu beli sudah tidak ada nilainya. Berbeda dengan investasi, uang yang kita tanam akan terus berkembang nilainya dari tahun ke tahun. Kelak jika berhasil, hasil investasi tersebut bisa untuk membeli lebih dari sekadar barang branded. Atau bahkan dengan hasil investasi itu kamu bisa menciptakan barang branded juga.

Tetapi bagaimana jika sudah terlanjur cinta? Jika kamu memang hobi dengan barang-barang branded ini kamu bisa ubah mindset dan gaya hidupmu. Mengubah motivasi “membeli karena hanya ingin pakai,” menjadi “membeli karena nantinya bisa dijual lagi dengan harga sama atau bahkan lebih tinggi.” Dengan demikian, kamu bisa menikmati memeluk dan menggunakan berbagai macam barang branded dan bisa menjualnya lagi untuk mendapatkan keuntungan. Hobi memiliki barang branded ini juga bisa dijadikan motivasi untuk bekerja lebih giat dan berinvestasi lebih banyak. Namun, yang paling penting jadikan kebiasaan ini hanya sebagai hobi, hanya keinginan saja, dan dalam pelaksanaannya tidak boleh mendahului kebutuhan primer dan prioritas keluarga.

About admin

Check Also

Inilah Ide-Ide Bisnis Paruh Waktu yang Bisa Kamu Kerjakan

Inilah Ide-Ide Bisnis Paruh Waktu yang Bisa Kamu Kerjakan Bisnis paruh waktu, kenapa tidak? Ini …

Inilah Faktor yang Membuat Pengeluaran Kamu Jadi Besar

Mungkin kesalahpahaman terbesar tentang konsep ‘membangun kekayaan’ adalah bahwa itu adalah terkait dengan besarnya penghasilan. …

Inilah 4 Kesalahan Finansial bagi Wanita Muda

Inilah 4 Kesalahan Finansial bagi Wanita Muda Jaman modern seperti ini, kaum wanita memiliki kesempatan …